Online Visitor

Tuesday, February 14, 2017

Alam semesta sebelum Big Bang, Apa isinya?

Dengan melihat kejadian yang ada di antariksa dapat ditentukan planet (termasuk bumi) berasal dari ledakan bintang. Debu dan gas yang berputar akhirnya membentuk planet.
Dari mana asalnya bintang. Bintang adalah pusat sebuah tata surya. Tidak terkecuali bintang kita yaitu matahari.

Matahari adalah pusat tata surya, dan planet mengorbit. Bintang terbentuk akibat pergeseran dari debu dan gas di ruang hampa, sampai akhirnya terakumulasi menjadi gas dibagian tengah. Secara tiba tiba gas tersebut terakumulasi dalam jumlah sangat besar, dan ledakan pertama dari munculnya cahaya bintang.
Bintang berada di galaksi, dan galaksi memiliki miliaran bintang.

Dari mana asal pembentukan galaksi, sama seperti bintang, tetapi akumulasi galaksi berada ditengah yang disebut black hole atau lubang hitam. Benda yang sedemikian padat dan besar menjadi pusat galaksi. Miliaran bintang yang mengorbit disekeliling lubang hitam. Dari bentuk bintang yang mengorbit, cahaya bintang membentuk pola sebuah galaksi.
Dan terbentuk seperti sekarang ini, dari galaksi, bintang dan planet.

                                Galaksi dan beberapa bintang disekitarnya. Sumber : Google.com & NASA

Tetapi bagaimana sebelum terjadinya Big Bang, seperti apa sebelum dimulainya alam semesta ini. Itu yang dipertanyakan.

Walau cerita Big Bang juga masih sebatas teori saja, karena terjadi pada 13,7 miliar tahun lalu. Dan perkiraan tahun tersebut juga sebatas teori, karena ilmuwan hanya bisa memberikan data dari apa yang mereka amati dengan melihat bentuk galaksi yang sangat jauh.

Teori Big Bang adalah teori paling menarik saat ini.
Tidak hanya cerita dari asal alam semesta, materi tapi hukum fisika di bidang kosmos yang terus berkembang menjadi dasar penemuan modern.

Dasar teorinya sederhana, materi di masa lalu ketika berbentuk sebuah bola yang sangat kecil (dalam skala kosmos) dengan tak terbatas kepadatannya lalu terjadi panas yang sangat hebat yang disebut Singularity. Secara tiba tiba meledak dan melontarkan seluruh isinya ke ruang kosong di alam semesta , dan membentuk kehidupan seperti sekarang ini.

Suara alam semesta dapat kita dengar, dengan radio analog maka suara seperti hisssss. Dimana tidak ada stasiun radio menyiarkan atau memakai frekuensi pada radio analog. Dan frekuensi tersebut kosong dari pemancara di Bumi, suara hiss tersebut itulah suara alam semesta. Sumber suara tersebut berasal dari gelombang microwave dari seluruh alam semesta.
Sejauh ini hanya teori Big Bang yang paling mudah dimengerti dari asal mula alam semesta kita.

Dimana tempat Big Bang berasal. Untuk saat ini teknologi astronom tidak dapat menemukan asal mula alam semesta. Bila kita melihat balon yang meledak di antariksa, pecahan balon masih dapat terlihat dan bergerak menjauhi titik pusatnya. Tapi saat ini, dari mana asal titik Big Bang itu. Belum dapat ditentukan, karena semua galaksi yang terbentuk saat ini tidak menentukan dari manfaat asalnya. Dan semua galaksi bergerak ke arah yang berbeda beda, dan bukan bersumber dari satu titik.

Menurut para ilmuwan dari Perimeter menyebutkan teori Big Bang mungkin salah. Mungkin alam semesta ini tidak tunggal seperti di satu tempat sekarang.

Sepertinya mulai mengarah ke dunia paralel. Pendapat mereka, alam semesta kita dikenal dengan 3 dimensi. Bahkan asal alam semesta berasal dari  lubang hitam singularitas sebagai pusat alam semesta dalam 4 dimensi.

Dibelakang garis horison dianggap sebagai dimensi lain ketika terjadinya Big Bang. Selebihnya bisa dilihat cerita dari 3 ilmuwan ini, agak membuat pusing sambil garuk kepala dahulu.


Bagaimana dengan kejadian sebelum Big Bang.
Apakah Singularitas hanya tunggal. Dari mana asal Singularitas tersebut. Atau jangan jangan Singularitas terbentuk oleh alam semesta sebelumnya.
Salah satu pendapat menyebut, mungkin kejadian Big Bang bukan awal cerita alam semesta.
Mungkin saja alam semesta saat ini lahir dari Big Bang, tapi Big Bang sendiri terbentuk dari alam semesta lain.
Pertanyaan tersebut belum bisa terjawab, walau ada teori menyebutkan alam semesta  bisa saja alam semesta paralel
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Welcome to NanoTech877!

©NanoTech877™ @2020. Powered by Blogger.

CHAT

Partner